2 Cara Backup Notepad Supaya Catatan Tidak Terhapus

2 Cara Backup Notepad Supaya Catatan Tidak Terhapus

HiPoin.com – Saya yakin kamu memiliki catatan di ponsel yang kamu gunakan sekarang. Catatan tersebut berisi data-data penting yang kemungkinan bisa kamu lupakan. Oleh sebab itu jika kamu menyimpan catatan tadi di aplikasi semacam Notepad, kamu perlu melakukan backup Notepad sebelum hal yang tidak di inginkan terjadi.

Rata-rata aplikasi Notepad yang digunakan adalah Notepad offline yang tidak terhubung pada sebuah akun. Baik aplikasi default dari perangkat Android yang kamu miliki atau aplikasi pihak ketiga yang bisa kamu install dari Play Store. Data Notepad itu sangat penting, karena berisi semua catatan yang sudah kamu catat sebelumnya.

Jika kamu sudah memiliki catatan yang banyak, kamu akan bingung melakukan backup catatan karena harus dilakukan secara manual. Selain itu akan ada masalah baru jika kamu menggunakan aplikasi Notepad atau aplikasi Catatan dari bawaan ponsel yang kamu miliki.

Karena masih-masing ponsel Android tidak memiliki aplikasi bawaan yang sama kecuali aplikasi milik Google. Melakukan backup Notepad secara dini atau mengganti aplikasi Notepad dengan aplikasi yang bisa terhubung dengan akun dan bisa di sinkronisasi secara online adalah pilihan yang harus kamu coba.

Dan pada artikel ini saya akan menjelaskan beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengamankan catatan milik kamu yang terlalu banyak dan tidak bisa di backup secara manual. Jika kamu memang ingin mengamankan semua data penting yang kamu miliki, kamu bisa baca artikel ini sampai selesai.

Cara Melakukan Backup Notepad Saat Ganti Smartphone

1. Lakukan Ekspor Data

Cara ini bisa kamu coba jika aplikasi Notepad atau Catatan yang kamu miliki tidak memiliki opsi sinkronisasi menggunakan akun. Jika kamu menggunakan aplikasi Catatan bawaan ponsel, seharusnya walaupun tidak bisa terhubung secara online, fitur Ekspor tetap tersedia.

Silakan kamu pilih catatan yang ingin di simpan dengan cara di ekspor. Kamu bisa melakukannya satu persatu atau langsung semuanya. Setelah berhasil melakukan ekspor data catatan, kamu wajib mengecek terlebih dahulu apakah data tadi sudah benar-benar tersimpan atau belum.

Kamu bisa langsung cek di Internal Memori atau SD Card pada folder paling luar. Untuk format filenya tergantung dukungan aplikasi yang kamu gunakan. Jika aplikasi Notepad yang kamu gunakan hanya bisa melakukan ekspor dengan format .pdf, maka hasilnya akan berupa file pdf.

2. Pindahkan ke Google Keep

Jika kamu masih memiliki waktu yang banyak, kamu bisa memindahkan semua data dari aplikasi catatan sebelumnya ke Google Keep. Dengan Google Keep data kamu tidak akan terhapus karena tersimpan secara online di akun Google yang kamu miliki.

Selain itu jika kamu login di banyak perangkat, kamu bisa mengakses data tadi dengan mudah dengan catatan kamu sudah login ke akun Google yang kamu gunakan untuk menyimpan data di Google Keep. Kamu bisa memindahkannya dengan cara manual yaitu dengan teknik copy-paste.

Jika semua data sudah dipindahkan, kamu tidak usah bingung lagi bagaimana cara backup Notepad untuk menyimpan data penting yang kamu miliki. Data yang sudah kamu simpan di Catatan Google Keep tidak akan hilang jika tidak kamu hapus.

Selain itu untuk mengakses Google Keep kamu tidak diwajibkan menginstall aplikasi Keep. Kamu juga bisa mengakses Google Keep lewat https://keep.google.com. Dengan adanya Google Keep kini kamu tidak akan kesusahan melakukan Backup Notepad jika kamu memiliki catatan penting yang sangat banyak.

Nah itu dia beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menyiasati proses Backup Notepad yang terkadang merepotkan. Selama kamu bisa mengakses akun Google yang kamu miliki, kamu tetap bisa melihat catatan yang ada di Google Keep.

Jika kita menggunakan aplikasi Catatan atau Notepad Offline tetapi kita belum melakukan Backup Notepad pada data-data penting yang kita miliki, masalah besar akan terjadi jika ponsel kita hilang, rusak atau tidak bisa dihidupkan kembali.

Ada banyak pendapat dari berbagai pengguna mengenai tempat penyimpanan data yang paling aman. Jika kita menyimpan secara online akan beresiko jika akun tersebut diambil alih oleh orang lain atau kita lupa sandi untuk login ke akun tersebut. Sedangkan jika disimpan secara offline langsung ke perangkat resiko yang akan dialami sama seperti jika kita menyimpan data secara online.