Penjelasan Runtime Broker di Perangkat Windows

Penjelasan Runtime Broker di Perangkat Windows

HiPoin.com – Runtime Broker sebuah program yang akan kamu temui jika membuka Task Manager di perangkat Windows. Program ini kadang muncul di bagian atas sendiri karena pemakaiannya yang tinggi dan kadang tidak muncul alias tidak berjalan.

Salah satu efek saat program ini berjalan yaitu penggunaan CPU akan meningkat dan tidak akan turun-turun walaupun sudah kamu Restart atau Shut Down. Misalnya begini, proses tersebut pertama kamu ketahui hari ini dan saat kamu mematikan Laptop atau Komputer yang kamu miliki program tersebut masih berjalan.

Hari berikutnya kamu cek lagi dan masih ada, lusa kamu cek lagi masih ada dan akan hilang atau sudah tidak berjalan lagi setelah 1 minggu. Setelah itu runtimebroker.exe tidak berjalan atau tidak aktif selama lebih dari 1 bulan. Pasti kamu penasaran kenapa bisa begitu.

Setelah saya telusuri saya menemukan arti atau pengertian tentang program Runtime ini. Sebuah proses yang wajar terjadi di perangkat Windows. Untuk lebih jelasnya kamu bisa simak penjelasan saya dibawah ini. Namun sebelumnya bagi kamu yang belum tau cara menyalakan Komputer dari awal kamu bisa baca artikel lainnya yang sudah pernah saya bahas.

Apa Itu Runtime Broker?

Menurut halaman Dukungan Microsoft, runtimebroker.exe adalah sebuah proses Windows di Task Manager yang memiliki fungsi mengelola izin Komputer atau Laptop untuk aplikasi yang ada di Microsoft Store. Singkatnya proses ini adalah program resmi dari Windows yang ada di Windows 8 dan Windows 10.

Saat proses runtime berjalan kemungkinan besar ada izin aplikasi yang ada di Microsoft Store yang membuat penggunaan CPU menjadi meningkat. Seharusnya hanya memakan beberapa MB penggunaan RAM, akan tetapi tidak jarang juga memakan kapasitas RAM yang banyak.

Selain RAM, CPU salah satu komponen yang paling terkena efek dari Runtime Broker ini. Penggunaan CPU menjadi maksimal dalam durasi yang cukup lama. Kasus CPU 100% sangat sering dikeluhkan oleh beberapa pengguna salah satunya karena Google Chrome dan Windows Update.

Penggunaan CPU Menjadi 100%

Jika penggunaan CPU menjadi 100% kamu tidak usah panik, ini hal yang wajar karena runtime broker memakan proses CPU hingga 30% sampai proses selesai. Seperti yang saya katakan tadi, prosesnya tidak akan selesai dalam waktu 1 hari saja.

Setelah 3 hari sampai 1 minggu maka proses runtimebroker.exe di Task Manager tidak akan berjalan lagi. Mudahnya proses ini adalah proses pengecekan pembaruan aplikasi serta izin aplikasi yang ada di Microsoft Store. Bagi kamu pengguna ponsel Android pasti pernah melihat Play Store melakukan cek pembaruan aplikasi.

Menghentikan Runtime Broker

Sama seperti proses lainnya yang berjalan di Task Manager, kamu hanya perlu melakukan End Task tanpa mematikan fungsi tersebut di Pengaturan. Caranya kamu buka Task Manager>Processes>Runtime Broker>End Task. Walaupun sudah kamu end task kemungkinan proses tadi tetap akan berjalan.

Oleh sebab itu lebih baik kamu biarkan saja karena maksimal 1 minggu proses tersebut akan berhenti dan akan hibernasi dalam beberapa saat. Apa program tersebut terindikasi sebagai virus? jawabannya bisa iya bisa tidak tergantung kamu saat menggunakan Komputer dan Laptop.

Umumnya proses tadi akan berhenti dalam beberapa hari dan akan diam cukup lama hampir 1 bulan. Akan tetapi setelah kamu cek di Task Manager proses tersebut berjalan terus dengan task yang banyak kemungkinan ada yang salah dengan runtimebroker.exe pada perangkat yang kamu miliki.

Itu dia sekilas mengenai proses yang sering dikeluhkan banyak pengguna Windows karena menggunakan CPU terlalu banyak walaupun pada kondisi stand by. Saya sendiri telah lama memantau proses Runtime Broker dan saya menyimpulkan bahwa proses tersebut berjalan lebih dari 1 hari dan maksimal 1 minggu.

Sebelum saya akhiri bagi kamu yang bingung antara Laptop atau Smartphone kamu bisa simak perbandingan HP dengan Laptop, mana yang lebih penting. Kebutuhan adalah salah satu faktor yang wajib kamu utamakan dari pada keinginan.